Recent Stuff

BK Semarang 2


Ukuran 27cm x 35cm. Bahan kayu ramin. Tema kota Semarang. Finishing semprot cat bening / clear (pylox).

BK Semarang 1


Ukuran 25cm x 35cm. Bahan kayu ramin. Tema kota Semarang (Tugu Muda dan Gedung Lawang Sewu). Finishing semprot cat bening / clear (pylox).


Romo Rubertus Rubiyatmoko, Pr.

Pirografi-Romo Rubertus Rubiyatmoko, Pr.

Lukisan wajah dengan teknik pirografi diatas media kayu talenan ukuran besar. Lukisan ini dipesan sebagai kenang-kenangan dari sang pemesan untuk seorang pendeta yang akan berpindah tugas di kota Semarang.

Romo Suharyanto


Ini adalah lukisan pirografi yang dipesan untuk seorang pendeta di Jogja yang akan berpindah tugas di kota Semarang. Pemesan adalah anggota jemaat Romo Haryanto. Kami minta maaf kepada baik pemesan maupun kepada Romo Haryanto yang wajahnya kami lukis. Hasil lukisan kurang memuaskan karena kecilnya ukuran foto yang dikirim ke kami. Beberapa kali foto dicoba perbesar untuk melihat detil wajahnya, tapi gambar/foto tersebut pecah ketika di zoom in/ diperbesar. Jadi kami mencoba interpretasi sendiri detil wajah Romo Haryanto karena belum pernah bertemu sebelumnya dan file foto terlalu kecil/ kurang jelas detilnya.


Kepada para pelanggan, kami selalu berharap agar dikirim foto yang jelas dan filenya besar (diatas 100kb). Supaya kami bisa buat detil wajah yang akan dilukis. Dan kalau ada yang pose close-up.

Happy Sweet Seventeen to Mayang


Pirografi diatas talenan ukuran large (bidang gambar setara ukuran 8R+). Dipesan sebagai HBD Gift hari Sabtu lalu (8 April 2017).


Lukis Bordir Potret Dr Rochadi



Lukisan bordir dengan ukuran 30cm x 40cm. Obyek lukisan adalah wajah Dr Rochadi, seorang dokter yang tinggal di Kabupaten Bantul, Jogjakarta. Pemesan adalah anak dokter tersebut yang juga seorang dokter dan bekerja di klinik yang sama. Lukisan ini dipesan untuk HBD gift Dr Rochadi yang jatuh bulan April ini.




Ayahanda Mbak Lala

Lukisan pirografi ini dipesan sebagai hadiah untuk ayahanda si pemesan yang barusan sembuh dari sakit dan opname di sebuah rumah sakit di Jogja. Untuk mendapatkan pose lukisan yang baik dan hasil maksimal, kami gabungkan beberapa potongan foto yang dikirim kepada kami. 


Media memakai kayu pinus dengan diameter 30cm. Background memakai icon Jogja (malioboro) untuk sebagai pesan bahwa lukisan ini dibuat di Jogja. Pemesan sendiri bermukim di Jakarta.

Pirografi Karikatur Couple


Lukisan pirografi gaya karikatur pasangan. Medianya kayu pinus berbentuk talenan pizza dengan diameter 40cm.

Pirografi Karikatur 4


Lukis wajah pirografi gaya karikatur diatas talenan pizza berdiameter 30cm. Jenis medianya adalah kayu pinus dari Jawa Timur.

Pirografi Karikatur 3


Lukisan pirografi wajah dengan gaya karikatur diatas media talenan pizza berdiameter 30cm.


Sejarah Singkat Pirografi

Sebuah postcard yang mengilustrasikan para wanita yang sedang melukis pirografi diatas media kulit disebuah 'pyrography-factory'

Pirografi (pyrography, pyrogravure) atau disebut juga 'woodburning' sudah ada sejak jaman pra-sejarah. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya  'menulis dengan api' (pur=api, graphos=menulis). Menggambar adalah salah satu metode manusia pra-sejarah dalam bercerita dan berkomunikasi. Setelah penemuan penting yaitu api, maka pembakaran dengan menggunakan bahan kayu pun mulai terbangun. Sisa-sisa pembakaran kayu/ arang digunakan untuk membuat pola-pola dan lukisan di dinding gua. Sayangnya karya seni tersebut tidak bisa permanen.

Setelah manusia mulai mengenal logam dan menggunakannya sebagai peralatan untuk pelbagai keperluan (misal; mata tombak dan anak panah untuk berburu, dsb) maka mulailah digunakan alat pirografi sederhana berupa logam yang dipanaskan/dibakar. Mereka menorehkannya ke lembaran kulit binatang, kayu dan tulang. Metode menggambar secara primitif dengan menggunakan logam yang langsung dipanaskan ke bara api ini sangat mereka sukai hingga era Medieval (450SM-1400Masehi, disebut juga abad pertengahan).
Tabut/peti abad pertengahan di Burnt Wood
English Workmanship, awal abad 16
Dimiliki oleh Henry Cabot Lodge

Penandaan kemajuan nenek moyang masa itu dalam hal teknik 'woodburning' dengan penemuan artefak-artefak kuno di Peru dan Romawi Inggris sebelum abad 1 Masehi. Setelah era abad pertengahan dan memasuki era Renaissance dan Victoria, pirografi makin populer meskipun hanya sebatas sebuah hobi.
Pada era ini digunakan toolkit berupa poker (batangan logam) yang dipanaskan diatas panci pembakaran atau kompor portable. Berbagai bentuk poker disisipkan melalui lubang-lubang panci atau kompor pembakaran.  Karena setelah digunakan untuk menggambar diatas kayu ataupun kulit, batangan logam itu menjadi cepat dingin, maka harus ada beberapa poker yang tetap dipanaskan dalam tungku dan dipakai secara bergantian. Metode ini disebut pokerworks.

James William Fosdick sedang bekerja dalam studionya.
Berpose dengan Alat Thermo-Pyrography .
Diterbitkan dalam artikelnya di The Art Interchange bulan Juli 1894

Portrait Detail after Rembrandt's
"The Prodigal Son in the Tavern"
By Norman W. Kingsley, June 1901
Pyrography on wood panel, 12 in. wide by 17 in. tall (30.2 cm. by 43.2 cm.)
in its original Arts and Crafts frame, measuring 18-7/8 in. by 23-5/8 in.
After Rembrandt's painting of "The Prodigal Son in the Tavern"
Image courtesy of S. Peck

Perkembangan dari hanya sebatas hobi ke penggunaan secara komersial muncul ketika mesin/ alat yang lebih modern diciptakan. Munculah istilah Pyrography. Pada awal abad 20 kemajuan peralatan pyrography atau solder listrik memberi kemudahan dalam kotrol alat dan akses ke berbagai bentuk dan desain seni dengan teknik bakar ini.

https://www.ironcore.com.au

www.arizonagourds.com
Bahkan dengan kemajuan teknologi, menggunaan solder juga semakin canggih dengan dilengkapi berbagai pengaturan suhu sehingga hasil pengerjaan lukisan bakar bisa lebih halus dan lebih cepat. 

Note:
images courtesy of  E-Museum of  Pyrographic Art  / www.pyromuse.org

Pirografi Karikatur 2



Lukisan pirografi original dengan gaya karikatur diatas media talenan pizza berdiameter 30cm.