Dunia mencatat bahwa dimasa lalu pasukan bangsa Mongol dari daratan Tiongkok adalah yang terkuat di dunia. Banyak negara-negara Eropa dan jazirah Arab yang berhasil ditaklukkan dan mengakui kaisar Jengis Kan dan penggantinya, Kubilai Kan sebagai kaisar dunia.

Namun sejarah juga mencatat bahwa kehebatan pasukan Mongol itu belum ada apa-apanya dibanding pasukan kecil Raden Wijaya, sang pendiri Kerajaan Majapahit. Hampir seribu tahun akhirnya misteri kekalahan pasukan Mongol itu terpecahkan.

Demi meraih simpati Pemerintah Indonesia dalam proyek kereta cepat, Jepang dan China bersepekat melakukan lomba adu kereta cepat dari Stasiun KA Tugu Yogyakarta  ke Stasiun Gambir Jakarta-PP, dengan membawa full penumpang. Dengan penuh kesombongan mereka pun meminta agar salah satu kereta api Indonesia diikut-sertakan, sebagai pembanding. Maka dikeluarkanlah serangkaian gerbong KA besutan Balai Yasa Yogyakarta yang terkenal sebagai satu-satunya bengkel dan pabrik kereta api di Indonesia.

Mungkin diatara teman-teman ada yang ingin jualan secara internasional. Lalu syarat-syarat dasar apa yang harus dipenuhi?

1. Bahasa Inggris. 
Meskipun kita bisa terbantu dengan adanya google translate, tapi tetap harus menguasai grammarnya dulu, dan memahami perbedaan struktur bahasa. Struktur dasar yang sangat berbeda adalah mereka menggunakan M-D, sedang kita memakai struktur D-M. Sebagai catatan, tidak semua orang Eropa dan Amerika Latin mampu berbahasa Inggris.
Demikian juga masalah tenses, minimal 3 simple tenses dulu kita pelajari (simple past, present dan future).

2. Alat Transaksi.
Inilah 'nyawa' jika kita ingin jualan secara go internasioal. Dan mereka umumnya menggunakan Paypal.

" Jika kamu berpikir bahwa belum ada yang bisa kamu banggakan dalam hidupmu, maka sudah saatnya kamu betobat", itulah sepenggal dialog dari sebuah film yang secara kebetulan saya tonton kemarin malam saat tiba-tiba terjaga dari ketiduran di kursi. Film tentang pertarungan antara malaikat Gabriel dengan malaikat Michael. Film tentang keyakinan seorang malaikat terhadap kebaikan yang masih bisa terlahir diantara umat manusia yang lalai. Tapi tentu ini hanya cerita fiksi dan interpretasi ala Hollywood tentang religi.

Sepenggal dialog itu menyadarkan saya bahwa setahun ini waktu berjalan sangat cepat dan nyaris tidak membawa banyak kemajuan untuk saya secara pribadi. Dan waktu yang berlalu tidak akan kembali lagi.

Tahun 2015 tinggal beberapa hari lagi akan selesai, dan berganti dengan lembaran baru. Catatan ringan akhir tahun ini aku tulis setelah melewati masa-masa yang sangat berat bagiku. Dimulai dengan wafatnya Ibundaku ketika tahun 2015 baru berumur 11 hari. Meski aku terlihat diam dan tenang, tapi sesungguhnya aku sangat terpukul. Luka batin aku sembunyikan selama setahun ini dan hampir saja frustrasi. Ibu yang aku rawat berbulan-bulan tanpa daya, akhirnya meninggal dalam pelukanku. Innalillahi wa ina illahi rajiun. Alhamdulillah aku sempat menuntun beliau saat-saat terakhir tarikan nafasnya, beliau mampu bertakbir Allah..Allah..Allah. Selamat jalan ibu...


Hal lain yang bekaitan dari kesukaanku nge-blog, ada secercah harapan yang mulai nampak di penghujung akhir tahun 2015 ini. Setelah mengenal dunia blog sejak 2010 lalu, baru di tahun inilah aku punya penghasilan sampingan dari internet. Bukan dari adsense, tapi murni jualan di internet. Baik rupiah ataupun dollar aku dapatkan. Lumayan juga jumlahnya ketika rupiah lagi terpuruk, transfer dollar yang masuk ke rekeningku jadi sangat berharga ketika dikonversikan ke rupiah.

Sebenarnya blog dalam hal ini blogger dibuat bukan untuk kegiatan komersil seperti berjualan barang. Melainkan untuk berbagi pengalaman, pemikiran, informasi dan ilmu pengetahuan. Tapi jika kita memiliki produk jasa/layanan, masih bisa kita ngasong di blog dengan cara memberikan informasi tentang layanan / jasa yang kita jual. Tentu melalui pembuatan sebuah artikel. Bisa juga kita jual barang dengan cara membuat artikel tentang keunggulan barang yang kita jual dilengkapi cara pemesanannya.

Beda dengan Wordpress yang memiliki dukungan penuh sehingga bisa mengubah sebuah blog menjadi semacam online store dengan mudah. Plugin gratis semacam itu namanya Woocommerce. Tapi bukan ini yang akan kita bahas.